Kamis, 29 Desember 2011

Tugas TATIB Minggu 1 Januari 2012


Jakarta , 30 Desember  2012
YthBapak/Ibu/Omk

Undangan
Salam dalam Kasih Kristus, bersama ini kami memberitahukan dan mengundang  Bapak/Ibu/OMK Krisantus 6 bahwa Lingkungan Krisantus 6 mendapat giliran untuk tugas tata tertib pada : 
Hari                    :  Minggu      / 1Januari 2012
Jam                    :  10.30 WIB (Misa Minggu Siang)
Tempat              :  Rumah Tuhan Alllah Gereja MKK
Atas perhatian dan partisipasinya , kami ucapkan terimakasih .
 
Hormat kami ,
Ketua Lingkungan Krisantus 6
St.Sardjiman

Selasa, 13 Desember 2011

Pertemuan Adven IV

UNDANGAN
Bapak Ibu, OMK dan anak-anak Krisantus 6 terkasih

Saat ini kita telah memasuki Masa Adven, mari kita bersama-sama menghadiri Ibadat Adven: “EKARISTI SUMBER BERKAT DALAM KELUARGA”

Ada 4x pertemuan:

1. Pertemuan I: Ekaristi mempersatukan keluarga (Ef 5:22-33)

2. Pertemuan II: Ekaristi meneguhkan keluarga (Kis 10:1-4, 37-48)

3. Pertemuan III: Ekaristi dasar perutusan dalam membangun keluarga (Luk 24:13-35)

4. Pertemuan IV: Ekaristi dasar perutusan dalam membangun persaudaraan dengan sesama (1Kor 12:12-31)

Pertemuan IV : Sabtu, 17  Desember  2011 Jam:19.30 Wib, di rumah Bpk Ig.Bambang   Komplek Keuangan Blok D/10

Selasa, 06 Desember 2011

Pertemuan Adven III

UNDANGAN
Bapak Ibu, OMK dan anak-anak Krisantus 6 terkasih

Saat ini kita telah memasuki Masa Adven, mari kita bersama-sama menghadiri Ibadat Adven: “EKARISTI SUMBER BERKAT DALAM KELUARGA”

Ada 4x pertemuan:

1. Pertemuan I: Ekaristi mempersatukan keluarga (Ef 5:22-33)

2. Pertemuan II: Ekaristi meneguhkan keluarga (Kis 10:1-4, 37-48)

3. Pertemuan III: Ekaristi dasar perutusan dalam membangun keluarga (Luk 24:13-35)

4. Pertemuan IV: Ekaristi dasar perutusan dalam membangun persaudaraan dengan sesama (1Kor 12:12-31)

Pertemuan III : Sabtu, 10  Desember  2011 Jam:19.30 Wib, di rumah Bpk YB Sunyoto  Komplek Unilever Blok A9/22

Rabu, 23 November 2011

Pertemuan Adven I&II

UNDANGAN


Bapak Ibu, OMK dan anak-anak Krisantus 6 terkasih

Saat ini kita telah memasuki Masa Adven, mari kita bersama-sama menghadiri Ibadat Adven: “EKARISTI SUMBER BERKAT DALAM KELUARGA”

Ada 4x pertemuan:

1. Pertemuan I: Ekaristi mempersatukan keluarga (Ef 5:22-33)

2. Pertemuan II: Ekaristi meneguhkan keluarga (Kis 10:1-4, 37-48)

3. Pertemuan III: Ekaristi dasar perutusan dalam membangun keluarga (Luk 24:13-35)

4. Pertemuan IV: Ekaristi dasar perutusan dalam membangun persaudaraan dengan sesama (1Kor 12:12-31)

Pertemuan I& II: Sabtu, 3 Desember  2011 Jam:19.30 Wib, di rumah Bpk Sarjiman Komplek Unilever BlokA8 /15



Ditunggu kehadirannya,

Ketua Lingkungan Krisantus 6

ST.Sardjiman

Selasa, 22 November 2011

Pesan Pastoral Sidang KWI 2011 tentang Katekese

Pesan Pastoral Sidang KWI 2011 tentang Katekese


“Mewartakan Injil adalah rahmat dan panggilan khas Gereja, merupakan identitasnya yang terdalam” (Evangelii Nuntiandi, a.14)

Pendahuluan

1. Gereja mempunyai tugas utama untuk mewartakan, sesuai perintah Kristus: ”.... pergilah, jadikanlah segala bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat 28:19-20). Perintah Kristus ini menjadi dasar perutusan Gereja dalam karya katekese. Ulang Tahun ke-50 Hierarki Gereja Katolik Indonesia yang kita rayakan pada tahun ini, kita syukuri sebagai peristiwa iman dan anugerah Tuhan. Peristiwa ini kita gunakan sebagai kesempatan untuk menyadari bersama-sama betapa pentingnya memastikan bahwa tugas pewartaan dijalankan dengan sebaik-baiknya di bumi Nusantara.

2. Sadar akan pentingnya tugas tersebut, pada Sidang Tahunan Konferensi Waligereja Indonesia tahun 2011, para Uskup menyelenggarakan hari studi tentang katekese, dengan tema: “Mewartakan Injil adalah rahmat dan panggilan khas Gereja, merupakan identitasnya yang terdalam” (EN 14). Hari studi yang diselenggarakan pada 7-9 November 2011 itu dihadiri oleh para Uskup, perwakilan Koptari, perwakilan Unio Indonesia, koordinator komisi kateketik tiap-tiap regio, wakil lembaga pendidikan kateketik, wakil lembaga pendidikan calon imam, serta para nara sumber yang terdiri dari para katekis lapangan dan ahli teologi serta ahli katekese. Selama tiga hari para peserta mengadakan tukar pengalaman dan perenungan atas karya katekese dalam Gereja kita. Para peserta juga mendalami keadaan karya katekese di Indonesia melalui penuturan para nara-sumber serta pemaparan hasil penjajakan sederhana dalam konteks ajaran Gereja tentang katekese (”Petunjuk Umum Katekese”, dari Kongregasi untuk Imam). Sebagai rangkuman dari hari studi katekese, para peserta mengajukan saran untuk merumuskan beberapa langkah nyata sebagai tindak-lanjut pastoral katekese di masa depan.

Mencermati Karya katekese di Indonesia

3. Setelah mencermati karya katekese di Indonesia pertama-tama pantaslah disyukuri adanya arah yang jelas, yang dirumuskan dan dikembangkan dalam Pertemuan Kateketik antar Keuskupan se Indonesia (PKKI) I-IX, yaitu Katekese Umat. Rumusan mengenai Katekese Umat setiap kali diperdalam dan disesuaikan dengan konteks zaman, sehingga menjawab kebutuhan umat. Selain arah yang jelas, karya katekese di Indonesia juga ditandai dengan kehadiran para pastor yang sungguh-sungguh menggerakkan karya katekese di paroki-paroki mereka. Sementara itu, keterlibatan umat untuk menjalankan pastoral katekese baik sebagai katekis purna waktu, maupun sebagai pelaksana karya katekese paruh waktu merupakan kekuatan bagi gerak pastoral katekese di Indonesia. Harus diakui bahwa karya katekese sangat tergantung dari keterlibatan saudara-saudari kita itu. Menggembirakan pula adanya Program Studi Kateketik di sejumlah Perguruan Tinggi yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia untuk mempersiapkan, mendidik dan membina tenaga-tenaga yang cerdas, terampil serta berkomitmen dalam bidang katekese.

4. Namun para peserta hari Studi Katekese juga menyadari bahwa karya katekese di Indonesia berjumpa dengan pelbagai tantangan dan keprihatinan, sehingga hasil perumusan katekese umat dalam PKKI tidak seutuhnya dapat dilaksanakan.

4.1. Para pastor sebagai penanggungjawab katekese tingkat paroki tidak jarang dirasakan kurang memberikan perhatian pada karya katekese. Sementara itu, tidak sedikit pula para petugas katekese yang tidak mempunyai kemampuan yang memadai dalam menjalankan katekese karena kurangnya pembinaan yang berkelanjutan. Disadari pula kenyataan bahwa beberapa keuskupan tidak mengangkat katekis purna waktu karena berbagai alasan. Ada juga gejala para guru agama katolik PNS yang tidak bersedia melibatkan diri dalam karya katekese di tengah umat. Keprihatinan-keprihatinan itu perlu ditanggapi dengan pembinaan dan pengembangan kesadaran akan pentingnya katekese dan spiritualitas yang mendukung dalam diri semua penanggungjawab dan pelaku katekese bahkan dalam diri seluruh umat.

4.2. Isi katekese seringkali dirasakan kurang memadai. Di satu pihak, katekese yang memberi tekanan pada tanggapan iman atas hidup sehari-hari seringkali kurang memberi tempat pada aspek doktrinal, sehingga umat seringkali canggung dan takut ketika berhadapan dengan orang-orang yang mempertanyakan iman mereka. Di lain pihak, ketika katekese lebih memberi perhatian pada unsur-unsur doktriner, katekese dirasakan menjadi terlalu sulit bagi umat dan kurang bersentuhan dengan kenyataan hidup sehari-hari. Katekese yang kurang menyentuh hati dan memenuhi harapan ini rupanya merupakan salah satu alas an yang mendorong sejumlah orang katolik, khususnya anak-anak dan orang muda yang pindah dan lebih tertarik cara doa dan pembinaan Gereja-gereja lain yang dirasakan lebih menarik. Kenyataan ini menantang kita untuk lebih bersungguh-sungguh menciptakan dan mengembangkan model katekese yang bermutu dan menanggapi harapan.

Refleksi Iman

5. Gereja dipanggil untuk mewartakan Kabar Gembira kepada dunia. Tugas ini adalah “rahmat dan panggilan khas Gereja, merupakan identitasnya yang terdalam” (EN 14). Gereja mewartakan Injil, karena Injil itu “ragi yang menimbulkan perombakan di dunia ini” (FABC V, 8.1.4). Katekese merupakan bagian integral dari pelaksanaan tugas pewartaan Gereja. Komunitas Basis Gerejawi merupakan salah satu medan yang amat penting dalam pelaksanaan tugas ini. Gereja bertugas untuk “memajukan dan mematangkan pertobatan awal, mendidik orang yang bertobat dalam iman dan menggabungkannya dalam komunitas Kristiani” (Pedoman Umum Katekese no. 61). Maka katekese menyangkut pembinaan iman anggota-anggota Gereja, sejak mereka berniat masuk menjadi anggota Gereja sampai mencapai kedewasaan rohani. Termasuk juga dalam proses katekese ini ialah pelajaran agama di sekolah. 6. Sebagai proses pendewasaan iman, tugas fundamental katekese ialah mengantar orang masuk ke dalam kehidupan umat dan perutusannya serta membantu umat beriman untuk mengetahui, merenungkan dan merayakan misteri Kristus. Katekese juga membantu orang untuk mengembangkan sikap misioner dan dialog (Pedoman Umum Katekese no 85-86). Oleh karena itu, katekese perlu dilihat sebagai suatu proses yang terencana dan sistematis, yang meliputi pengembangan pengetahuan dan sikap serta penghayatan iman pribadi maupun kelompok, yang dilaksanakan untuk membantu umat sehingga semakin dewasa dalam iman.

7. Katekese merupakan tanggungjawab seluruh Gereja. Dalam Gereja partikular, Uskup adalah penanggungjawab utama karya katekese, karena “di antara tugas-tugas mendasar para Uskup, pelayanan Injil menduduki tempat utama” (LG 25). Tentu saja, pelaksanaan tugas ini dibantu oleh para imam, kaum religius dan kaum awam yang terlibat dalam karya katekese.

Langkah Tindakan Pastoral

8. Untuk membangkitkan dan menggairahkan karya katekese di Indonesia diperlukan langkah-langkah pastoral sebagai berikut:

8.1. Katekese Umat sebagai arah karya katekese di Indonesia perlu ditumbuh-kembangkan dalam lingkungan hidup umat, khususnya melalui komunitas-komunitas basis atau pun kategorial. Katekese umat perlu diperkaya dengan Injil, Tradisi dan ajaran Gereja.

8.2. Katekese sekolah tidak jarang merupakan satu-satunya kesempatan bagi banyak orang muda untuk menerima pengajaran dan pendidikan agama. Kerjasama antara penanggungjawab pastoral setempat dengan sekolah dan khususnya guru agama sekolah, perlu dikembangkan.

8.3. Perlu dikembangkan program katekese yang menyeluruh dan berkesinambungan sejak usia dini sampai usia lanjut. Untuk itu perlu kerjasama antara Komisi Kateketik KWI maupun Komisi Kateketik Keuskupan-keuskupan, dengan komisi-komisi lain yang terkait dengan pembinaan iman.

8.4. Berjalannya karya katekese sangat tergantung pada para petugas pastoral yang menjalankan katekese di tengah umat. Maka, perlulah pembinaan terus-menerus bagi para pelaksana atau fasilitator katekese umat tersebut.

8.5. Demi kemajuan karya katekese di Indonesia diperlukan orang-orang yang sungguh ahli dalam bidang katekese, yang harus disiapkan dengan sungguh-sungguh.

8.6. Karya katekese di tingkat paroki seringkali tergantung pada para imam pemimpin paroki. Maka pembinaan katekese bagi para imam dan calon imam mutlak diperlukan.

8.7. Salah satu tanda bahwa karya katekese merupakan prioritas utama dalam Gereja ditampakkan dalam dukungan finansial bagi program-program katekese maupun bagi pembinaan dan penghidupan para petugas pastoral yang berkarya di bidang katekese.

8.8. Perlu ditingkatkan mutu dan peranan lembaga pendidikan pastoral katekese dan kerjasamanya dengan lembaga pendidikan calon imam.

8.9. Dengan menyadari betapa pentingnya katekese dalam hidup dan perkembangan Gereja, kerjasama dengan pelbagai pihak, misalnya Bimas Katolik, perlu diusahakan dan dikembangkan.

Pemikiran-pemikiran penting tersebut mendesak untuk dituangkan dalam kebijakan-kebijakan praktis, baik di tingkat KWI, Regio atau Provinsi Gerejawi, keuskupan maupun di paroki-paroki.

Penutup

9. Pada kesempatan ini, kami ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Anda semua yang sungguh terlibat dalam karya katekese, pertama-tama kepada para katekis baik purna waktu maupun paruh waktu, para guru agama di sekolah maupun di lingkungan, para pelaksana karya katekese di komunitas-komunitas basis, para imam dan religius yang setia mengabdikan diri untuk pengembangan karya katekese. Berkat ketekunan Anda, banyak umat beriman diantar menuju iman katolik dan dibimbing kepada kedewasaan iman. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh umat yang dengan aneka cara mendukung karya katekese ini. Hanya dengan dukungan seluruh umatlah, karya katekese dapat terlaksana dan dikembangkan.

10. Akhirnya, kita percaya bahwa Allahlah Sang Penabur, yang menaburkan benih Injil dalam kehidupan kita. Melalui karya katekese, kita semua dipanggil untuk bersama Allah menumbuhkan dan memelihara benih yang tumbuh itu hingga berbuah. Kita serahkan segala upaya pastoral katekese kita dalam penyelenggaraan dan tuntunan Allah. Semoga Ia yang telah memulai karya yang baik ini di antara kita, berkenan menyelesaikannya juga (Flp 1:6).

Berkat Tuhan selalu menyertai kita semua.

Jakarta, 17 November 2011

Konferensi Waligereja Indonesia,

Mgr. Martinus D. Situmorang, OFM.Cap           Mgr. Johannes Pujasumarta
Ketua                                                                   Sekretaris Jenderal

Selasa, 15 November 2011

Ibadat peringatan 40 hari Ibu Chirstina Agnes Amiati dipanggil Bapa di Surga

Yth Bapak/Ibu/sdr/i  Warga Krisantus enam
Salam Damai Kasih Kristus

Kami  mengundang  Bpk/Ibu/Sdr/sdri   untuk menghadiri ibadat peringatan  40 hari Ibu Chirstina Agnes Amiati di panggil Allah Bapa disurga  yang akan diselenggarakan pada :

Hari                          :  Sabtu / 19 November  2011
Jam                           : 19.30  WIB
Tempat                     : Ibu Chirstina Agnes Amiati Kompek Unilever Blok A7/18

Besar harapan kami untuk bisa meluangkan waktu ,berkat Tuhan Yesus senantiasa melimpah kepada kita.
Hormat kami,


Ketua Lingkungan Krisantus 6                                        
ST.Sardjiman

Rabu, 09 November 2011

PAHLAWAN NASIONAL IJ Kasimo


Pendiri Partai Katolik, Ignatius Joseph Kasimo dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional dilakukan di Istana Negara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa 8 November 2011 ini sebagai rangkaian dari perayaan Hari Pahlawan 2011.


IJ Kasimo mungkin bagi kebanyakan masyarakat Indonesia merupakan nama yang masih asing dan tidak terlalu dikenal, pun juga bagi sebagian orang Katolik. Ignatius Joseph Kasimo, anak seorang prajurit keraton Yogyakarta yang menjadi Katolik di bawah asuhan Pater van Lith, SJ telah menjadi teladan bagaimana berpolitik semestinya dihidupi dan mengabdi kepada kepentingan rakyat.


Pernah menjadi murid Pater van Lith, SJ di Sekolah Guru Muntilan, IJ. Kasimo muda banyak mengabdikan diri dan karyanya di bidang pendidikan.  Selain pendidikan, pernah juga IJ. Kasimo muda bekerja sebagai mandor perkebunan karet . Namun karena keberanian IJ. Kasimo membela buruh-buruh yang ditindas, IJ. 

Kasimo akhirnya dipindah kembali menjadi guru pertanian. Kedalamannya akan penghayatan iman katolik dalam hidup nyata di masyarakat dan bangsanya sangat dipengaruhi oleh pemahaman IJ. Kasimo tentang Ajaran Sosial Gereja. Inspirasi dari ASG yang menekankan kemerdekaan, persamaan hak dan persatuan bangsa mendorong IJ. Kasimo untuk mulai aktif di berbagai organisasi pergerakan dan politik.


Peranan IJ. Kasimo dalam perjuangan kebangsaan dimulai dari kegigihannya membela dan memperjuangkan hak-hak kemerdekaan di dalam Volksraad (Dewan Rakyat) dari tahun 1931-1943. Pidato terkenalnya di Volksraad adalah ketika dia menyerukan kemerdekaan untuk bangsa Indonesia dalam sidang Volksraad 19 Juli 1932.


“Tuan Ketua!  Dengan ini saya menyatakan bahwa suku-suku bangsa Indonesia yang berada di bawah kekuasaan Negeri Belanda, menurut kodratnya mempunyai hak serta kewajiban untuk membina eksistensinya sendiri sebagai bangsa, dan karenanya berhak memperjuangkan pengaturan negara sendiri sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan abngsa sesuai dengan kebutuhan nasional, yaitu sesempurna mungkin.  


Ini berarti bahwa Negeri Belanda sebagai negara berbudaya terpanggil untuk ikut mengembangkan seluruh rakyat, dan khususnya sebagai negara penjajah, mempunyai kewajiban untuk membimbing dan merampungkan pendidikan rakyat, sehingga dengan demikian dapat dicapai kesejahteraan rakyat Indonesia, untuk kemudian dapat diberikan hak untuk mengatur dan akhirnya memerintah sendiri.”


Bagi kalangan Katolik sendiri IJ. Kasimo dipandang sebagai “bapak politik” bagi umat Katolik Indonesia. Lewat Partai Katolik yang didirikannya IJ. Kasimo mau menggarisbawahi bahwa iman katolik adalah iman yang harusnya menggema dalam hidup bermasyarakat sehari-hari.


“…kami orang-orang Katolik Djawa BUKANLAH pengikut yang baik dari perintis besar Misi Jawa ini BILA kami tidak sependapat dengan dia serta pengarang-pengarang Katolik terkenal lainnya seperti Cathrein dan Ferrari, mengenai prinsip kebangsaan, yaitu prinsip yang menyatakan bahwa setiap bangsa mempunyai hak untuk membentuk negara merdeka..”


IJ. Kasimo melihat politik sebagai sebuah sarana perjuangan yang harus dilaksanakan dengan menjunjung kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat. Dan ini semua dia yakini sebagai sebuah penghayatan akan iman Katoliknya. Sebagai seorang Katolik, IJ. Kasimo berani berdiri di persimpangan, mewartakan yang benar, dan atas keyakinan dan imannya dia berani memperjuangkan kebenaran itu.

Bersama Presiden Soekarno

Diangkatnya IJ. Kasimo menjadi Pahlawan Nasional seharusnyalah membuat kita umat Katolik diajak untuk kembali bercermin pada sosok IJ. Kasimo. Dewasa ini, baik para uskup, umat dan kita semua, tidak banyak yang berdiri di “persimpangan” untuk mewartakan kebenaran. 


Mungkin tidak ada lagi para uskup atau awam yang berani bersuara lantang secara individu atas ketidakadilan baik yang menimpa umat Katolik atau masyarakat pada umumnya. Bagaimana politikus Katolik? Kita patut prihatin misalnya beberapa skandal di DPR baik hukum dan keuangan malah melibatkan politisi Katolik, yang tidak berani bersuara melantangkan kebenaran.


IJ. Kasimo adalah potret bagaimana iman bersuara dan mungkin merupakan sebuah “sketsa” Gereja yang bersuara. Dia adalah potret bagaimana iman itu menggema dalam hidup  dan memberanikan diri berpijak pada “yang benar”.


Semoga kita dan Gereja Katolik Indonesia tidak semakin takut kepada “yang bayar” atau malu-malu berbicara lantang tentang “yang benar”. Bila kita takut, semoga bercermin pada Ignatius Joseph Kasimo dan Yesus sendiri membuat kita berani bangkit.


>>(disarikan dari berbagai sumber) 

Rabu, 19 Oktober 2011

Ibadat 7 Hari meninggalnya Ibu Katarina Mudjiah


Yth Bapak/Ibu/sdr/i
Salam Damai Kasih Kristus

Kami  mengundang  Bpk/Ibu/Sdr/sdri   untuk menghadiri ibadat peringatan 7 hari Ibu Katarina Mudjiah di panggil Allah Bapa disurga  yang akan diselenggarakan pada :

Hari                          :  Kamis / 20 Oktober  2011
Jam                           : 19.30  WIB
Tempat                     : Ibu Katarina Mudjiah Komplek Karyawan Walikota Blok C1/5

Besar harapan kami untuk bisa meluangkan waktu ,berkat Tuhan Yesus senantiasa melimpah kepada kita

Hormat kami,

Ketua Lingkungan Krisantus 6                                          
ST.Sardjiman        

Kualitas Hidup

Dlm sebuah acara reuni, beberapa alumni Univesitas Barkeley, California menjumpai dosen kampus mereka dulu.Melihat para alumni tersebut  ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, profesor tesebut segera ke dapur & mengambil seteko kopi panas & beberapa cangkir kopi yg berbeda-beda. Mulai dari cangkir yg terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik. Profesor tersebut menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir & mengisinya dengan kopi.
Setelah masing2 alumni sudah mengisi cangkirnya dengan kopi, profesor tersabut berkata, “Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir2 yg bagus & kini yg tersisa hanyalah cangkir2 yg murah & tidak menarik. Memilih hal yg terbaik adalah wajar & manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yg bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain & mulai membandingkan cangkir kalian. Pikiran kalian terfokus pada cangkir,  padahal yg kalian nikmati bakanlah cangkirnya melainkan kopinya.”
Hidup kita seperti kopi dalam analogi tersebut  di atas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan & harta benda yg kita miliki.
 Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama, kualitas kopi itulah yg terpenting. Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus & pekerjaan yg mapan merupakan jaminan kebahagiaan. Itu konsep yg sangat keliru.
 Kualitas hidup kita ditentukan oleh “Apa yg ada di dalamnya"  bukan “Apa yg kelihatan dari luar”. Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak  pernah merasakan damai, sukacita & kebahagiaan di dalam kehidupan kita? Itu sgt menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yg disajikan disebuah cangkir kristal yg mewah & mahal.
 “Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.

Minggu, 16 Oktober 2011

“Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri” (Rm 4:20-25; Luk 12:13-21)

“Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri”
(Rm 4:20-25; Luk 12:13-21)
“Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang,
tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Luk 12:13-21), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St Ignasius dari Antiokhia, uskup dan martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Anak-anak yang bersika mental materilistis ketika kedua orangtuanya telah meninggal dunia pada umumnya akan segera minta berbagi warisan, dan ada kemungkinan pembagian warisan tidak adil, sehingga ada yang protres serta minta bantuan orang lain atau mengeluh kepada Tuhan dalam doa-doanya, sebagaimana kata salah seorang dari orang banyak yang mendengarkan pengajaranNya berseru kepada Yesus “Guru, katakan kepada saudaraku supaya ia membagi warisan dengan aku”. Sikap mental anak-anak yang demikian itu kiranya merupakan warisan dari orangtuanya yang bersikap mental materilistis, maka kami berharap kepada para orangtua untuk tidak bersikap mental materialistis. Ingatlah dan sadari ketika meninggal dunia atau  dipanggil Tuhan aneka harta benda atau uang anda tidak akan dibawa serta, dan tentu akan menimbulkan masalah di antara anak-anak anda jika anda sendiri bersikap mental materialistis. Maka kami berharap anda sebagai orangtua sungguh “kaya di
hadapan Tuhan” artinya sungguh berbudi pekerti luhur, membaktikan diri sepenuhnya kepada Tuhan, bersikap social, dst.. Wariskan nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan hidup yang membahagiakan dan menyelamatkan jiwa kepada anak-anak anda, bukan warisan berupa harta benda atau uang. Kebahagiaan sejati orangtua terjadi ketika anak-anaknya tumbuh berkembang menjadi ‘orang’, artinya hidup berbahagia dan damai sejahtera serta berbudi pekerti luhur karena didikan atau cintakasih dari orangtua. Marilah meneladan kemartiran St.Ignasius dari Antiokhia dengan sungguh hidup dan bertindak berdasarkan iman kita kepada Tuhan.
·   “Terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran” (Rm 4:20-22), demikian kata Paulus mengenangkan iman bapa Abraham. Kiranya dengan ini pula Paulus mengingatkan kita semua sebagai orang-orang beriman untuk tetap percaya dan setia pada janji Tuhan, meskipun untuk itu harus menghadapi aneka masalah, tantangan dan hambatan. Hendaknya kita tidak pernah bimbang menghadapi aneka tantangan, hambatan atau masalah yang muncul karena kesetiaan pada iman, panggilan atau tugas pengutusan, melainkan tetaplah gembira dan bergairah atau bersemangat, karena dengan demikian anda akan memiliki kemampuan yang diteguhkan oleh Tuhan untuk mengatasi masalah, tantangan atau hambatan tersebut. Jika kita tetap gembira dan bergairah, maka kinerja
syaraf dan metabolism darah kita berjalan secara baik dan optimal, sehingga kita memiliki ketabahan dan ketahanan dalam menghadapi tantangan, hambatan atau masalah. Sebagai orang beriman tidak alasan untuk tidak gembira atau bergairah, karena Tuhan senantiasa menyertai dan mendampingi atau menjiwai diri kita yang lemah dan rapuh ini. Wujudkan iman anda kepada Tuhan dengan hidup dan bertindak dalam Tuhan, sehingga bersama dan bersatu dengan Tuhan segala sesuatu menjadi mungkin, dapat kita kerjakan atau atasi.
“Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, -- seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus -- untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita” (Luk 1:69-75)
Ign 17 Oktober 2011

Selasa, 04 Oktober 2011

Sejarah Santo Krisantus

Santo  Chrysanthus dan Daria (abad ke-3 - c. 283) adalah orang kudus masa Kristen awal. Menurut legenda, Chrysanthus adalah satu-satunya putra seorang bangsawan Mesir, bernama Polemius atau Poleon, yang hidup pada masa pemerintahan Numerian. Ayahnya pindah dari Alexandria ke Roma. Chrysanthus dididik dengan cara terbaik pada zaman tersebut. Kecewa dengan kelebihan di dunia Romawi, ia mulai membaca Kisah Para Rasul.

Dia kemudian dibaptis dan dididik dalam pemikiran Kristen oleh seorang pendeta bernama Carpophorus. Ayahnya tidak senang dengan konversi Chrysanthus dan berusaha untuk menanamkan cara-cara sekuler ke putranya dengan mencobai Dia dengan pelacur, tapi Chrysanthus mempertahankan keperjakaannya.

Dia menolak ketika ayahnya mengatur pernikahan untuk Daria, seorang Romawi Vestal Virgin. Chrysanthus dikonversi pengantin barunya dan meyakinkan dia untuk tinggal bersamanya dalam keadaan suci. Karena perawan Vestal mengambil kaul kemurnian selama tiga puluh tahun masa pelayanan mereka, perjanjian Daria untuk hidup dalam sebuah pernikahan yang suci tidak akan mengejutkan.

Beberapa mengklaim bahwa dia menjadi sasaran eksekusi dengan rajam, yang lain mengatakan ia dipenggal dan yang lain mengklaim dia dikubur hidup-hidup di sebuah lubang yang dalam di samping suaminya. Mereka dimakamkan dalam lubang pasir dekat Via Salaria Nova, katakombe di Roma.

Doa Rosario Minggu II


Yth Bapak/Ibu/sdr/i 
Salam Damai Kasih Kristus

Dalam Rangka BULAN ROSARIO dan melestarikan tradisi kesalehan Gereja  kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i sekalian warga Krisantus 6 untuk datang dalam acara DOA ROSARIO BERSAMA yang diselenggarakan pada :

Hari                          :  Sabtu / 8 Oktober 2011
Jam                           : 19.30 -21.30  W I B                                                                                          
Tempat                     : Bpk.Ignatius Bambang , Komp.Keuangan blok D/10
Acara                       :  Doa Rosario Bersama
Besar harapan kami untuk bisa meluangkan waktu ,berkat Tuhan Yesus senantiasa melimpah
kepada kita.
Hormat kami,


Ketua Lingkungan Krisantus 6                     Nb:bawa puji syukur,& Rosario
ST.Sardjiman        

SUSUNAN PANITIA ULANG TAHUN KRISANTUS


NO.
JABATAN
NAMA
Telp/HP

1.

2.

3.


4.


5.


6.


7.


8.



9.


10.





Ketua

Wakil

Sekretaris


Bendahara


Sie  Acara


Sie Konsumsi


Sie Perlengkapan


Sie Umum



Sie  Dokumentasi


Sie  Liturgi






Bp.ST.Sardjiman

Bp.Yohanes Suwarjo

 1. Ibu Sandia
 2. Fl.Dwiasto Eri

 1.Ibu Hendi Astuti
 2.Ibu Emmilina S

 1.Ibu Yunita Taniwangsa
 2.Bp Agustinus S

 1. Ibu.Yustina Kemirah
 2. Ibu.Elisabeth

 1.Bpk. Giyanto
 2.Bpk.Donny Sudiro

 1.Bp.Adi
 2.Bp.Ray
 2.Steven,Hendra (OMK)

 1. Bp.Jhon Tjahjadi
 2. Ibu.Vincentia

 1.Bp.Timmy
 2.Bp.Iman Chandra
 3.Ibu Harsono



0821 10431xxx

0812 9326xxx


0852 1563 5xxx

021-585 6xxx
081219755xxx

021-584 2xxx
0816-1870xxx

021-70742xxx


021-5850xxx
0817-108xxx

021-585 5xxx
021-70742xxx
021-5843xxx

0816 710 xxx
021-585 5xxx  

021-70719xxx
021-5840095
081317904xxx                

Senin, 26 September 2011

Undangan DOA ROSARIO BERSAMA


Yth Bapak/Ibu/sdr/i 
Salam Damai Kasih Kristus

Dalam Rangka BULAN ROSARIO dan melestarikan tradisi kesalehan Gereja  kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i sekalian warga Krisantus 6 untuk datang dalam acara DOA ROSARIO BERSAMA yang diselenggarakan pada :

Hari                          :  Sabtu /1 Oktober 2011
Jam                           : 19.30 -21.30  W I B                                                                                          
Tempat                     : Ibu Ray /Yustina Kemirah Komplek Unilever Blok A8/10; 021-70742151

Besar harapan kami untuk bisa meluangkan waktu ,berkat Tuhan Yesus senantiasa melimpah
kepada kita.
Hormat kami,


Ketua Lingkungan Krisantus 6                                        Nb:bawa puji syukur,Rosario
ST.Sardjiman