Senin, 27 Februari 2012

Undangan Pertemuan APP 2012


Jakarta  ,1  Maret 2012
Yth Bapak/Ibu/sdr/i Warga Krisantus 6

Salam Damai Kristus

Marilah kita bersama-sama memasuki masa Prapaskah ini dengan penuh pengharapan dan syukur ,
bersama ini kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i sekalian warga Krisantus 6 untuk datang dalam acara
Ibadat Pendalaman Iman Masa Prapaskah  yang diselenggarakan pada :

Hari/Tanggal  : Sabtu  /  3 Maret  2012

Jam                 : 19.30 -21.30  W I B

Tempat           : Rumah Bpk .St.Sarjiman

Tema              :     Pertemuan I Temukan Tuhan yang Hadir “(Luk 19: 1-10)
                            Pertemuan II “ Tuhan Melayani dengan Kasih (Yoh 13: 1-17)
                                   
                                   
 Dibawakan oleh: Bpk.Agustinus S

Besar harapan kami untuk bisa meluangkan waktu dan berbagi sharing dan pengalaman,berkat Tuhan Yesus senantiasa melimpah kepada kita.

Hormat kami,

Ketua Lingkungan Krisantus 6

ST.Sardjiman





Rabu, 22 Februari 2012

Pendalaman Materi APP 2012 Keuskupan Agung Jakarta


Pendalaman Materi APP 2012 Keuskupan Agung Jakarta
Dalam masa Prapaskah kali ini, sejalan dengan Tahun Ekaristi, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengajak mendalami sebuah tema, yaitu: “Dipersatukan dalam Ekaristi, Diutus untuk Berbagi”.

Tema besar ini dirinci menjadi lima sub-tema untuk lima pertemuan. Berturut-turut sub-tema itu adalah:
I. Temukan Tuhan yang Hadir (Luk 19: 1-10)
Tujuan: Menyadari bahwa Yesus selalu hadir dalam hidup kita untuk membawa rahmat keselamatan dan perubahan dalam hidup kita beserta seisi rumah; dan bahwa untuk bertemu dengan Yesus itu diperlukan usaha-usaha nyata mengatasi segala rintangan.
II.Tuhan Melayani dengan Kasih (Yoh 13: 1-17)
Tujuan: Meneladani Yesus sebagai Gembala Baik yang berlaku sebagai hamba untuk melayani dengan penuh kasih dalam ketulusan dan kerendahan hati.
III. Berkorban dan Berbagi (Mat 14: 13-21)
Tujuan: Menyadari bahwa sebagai murid-murid Yesus kita diundang dan ditantang untuk mewujudkan pelayanan murah hati dengan sikap yang selalu siap berkorban dan berbagi.
IV. Syarat Mengikuti Yesus (Mrk 8: 31-38)
Tujuan: Menjadi murid Yesus yang siap menyangkal diri, memikul salib, dan sungguh-sungguh mengikuti Dia, dengan cara bertekun dalam hidup pelayanan dan berjuang menjalankan ajaran-ajaran Yesus dalam hidup sehari-hari.
V.Ekaristi: Perayaan Kehidupan (Yoh 6: 48-58).
Tujuan: Menyadari bahwa Ekaristi bukanlah sekedar perayaan liturgis belaka, melainkan sumber dan puncak kehidupan kristiani; dan karena itu harus menjadi perayaan kehidupan bagi seluruh umat beriman.

Minggu, 12 Februari 2012

PERATURAN PANTANG DAN PUASA KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA UNTUK TAHUN 2012


PERATURAN PANTANG DAN PUASA KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA UNTUK TAHUN 2012




TEMA: “DIPERSATUKAN DALAM EKARISTI, DIUTUS UNTUK BERBAGI
Masa Prapaskah/Waktu Puasa Tahun 2012 dimulai pada hari Rabu Abu, 22 Februari sampai dengan hari Sabtu, 7 April  2012.
“Semua orang beriman kristiani menurut cara masing-masing wajib melakukan tobat demi hukum ilahi’ (KHK k.1249).  Dalam masa tobat ini Gereja mengajak umatnya “secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan ibadat dan karya amalkasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang” (ibid).   Semua umat beriman diajak untuk memelihara suasana tobat dan mengisi masa tobat ini dengan berbagai keutamaan hidup beriman dan tidak mudah terpengaruh atau mengikuti suasana lain di luar suasana khusus gerejani ini.
Di samping itu sebagai tanda pertobatan dan syukur, Gereja minta supaya kita semua memberi perhatian dan mengarahkan hidup kita dengan bantuan beberapa hal beriktu ini:
Dalam Masa Prapaskah kita diwajibkan:
- Berpantang dan berpuasa pada hari Rabu, 22 Februari dan hari Jumat Suci, 6 April 2012.  Pada hari Jumat lain-lainnya dalam Masa Prapaskah hanya berpantang saja.
- Yang diwajibkan berpuasa menurut Hukum Gereja yang baru adalah semua yang sudah dewasa sampai awal tahun ke enam puluh (KHK k.1252).  Yang disebut dewasa adalah orang yang genap berumur delapanbelas tahun (KHK k.97 §1).
- Puasa artinya: makan kenyang satu kali sehari.
- Yang diwajibkan berpantang: semua yang sudah berumur 14 tahun ke atas (KHK k.1252).
- Pantang yang dimaksud di sini:  tiap keluarga atau kelompok atau perorangan memilih dan menentukan sendiri, misalnya: pantang daging, pantang garam, pantang jajan, pantang rokok.
Kita semua diajak untuk terus memberi perhatian kepada saudara-saudara kita yang berkekurangan dengan cara berbagi untuk mereka. Saat ini kita sedang hidup dalam keprihatinan rusaknya lingkungan hidup.  Oleh sebab itu dalam masa Prapaskah ini kita diajak untuk membangun pertobatan ekologis dengan cara peduli terhadap sampah dan berusaha keras membangun lingkungan hidup yang semakin bersih, hijau dan sehat. Kita berharap bisa merayakan Paskah dalam wujud lingkungan hidup yang semakin sehat untuk dihuni banyak orang.  Selama masa prapaskah kita merefleksikan dan mendalami sikap iman ini.  Maka kita masing-masing diajak untuk mewujudkan keutamaan ini dalam hidup setiap hari sebagai syukur atas kasih Tuhan dan wujud pertobatan kita.  Semoga dengan demikian gerakan pertobatan kita semakin mempererat persaudaraan kita dan mendorong kita untuk terus berbagi untuk sesama.  Kita percaya dalam suasana kasih dan semakin baiknya lingkungan hidup, kebaikan Tuhan semakin dialami oleh banyak orang.
Baiklah jika kita semua saling mendukung dengan memelihara masa tobat ini. Maka sangat dianjurkan agar perkawinan-perkawinan sedapat mungkin tidak dilaksanakan dalam masa Prapaskah (juga Adven), kecuali ada alasan yang berat.  Pastor paroki dimohon secara bijaksana mencermati dan mengambil kebijakan sebaik mungkin dalam situasi dan kebutuhan pelayanan umat ini.
- Bila ada perkawinan yang karena alasan yang bisa dipertanggungjawabkan dilangsungkan dalam masa Prapaskah atau Adven, atau pada hari lain yang diliputi suasana tobat, pastor paroki hendaknya memperingatkan para mempelai agar mengindahkan suasana tobat itu, misalnya jangan mengadakan pesta besar (Upacara Perkawinan, Komisi Liturgi 1976, hal.14), untuk mengurangi kemungkinan menimbulkan batu sandungan.
Mari kita mensyukuri belaskasih Tuhan dan berusaha untuk membagikannya kepada sesama kita, terutama mereka yang sangat membutuhkan.
Jakarta, 18 Februari 2012
Mgr. Ignatius Suharyo
Uskup Keuskupan Agung Jakarta

Rabu, 08 Februari 2012

“Pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." (1Raj 11:4-13; Mrk 7:24-30)

“Pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
(1Raj 11:4-13; Mrk 7:24-30)
“ Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah
keluar.” (Mrk 7:24-30), demikian kutipan Warta Gembira hari ini. 
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Hidup dijiwai oleh iman memang merupakan dambaan semua orang, tanpa pandang bulu. Namun dalam kenyataan memang tidak mudah: ada orang mengaku diri sungguh beriman dan beragama tetapi dalam kenyataan hidup, dalam cara hidup dan cara bertindak jauh dari apa yang diakuinya. Dengan kata lain pengakuannya hanya manis di mulut dan tidak sampai pada penghayatan dalam cara hidup dan cara bertindak. Perempuan dari Yunani yang datang kepada Yesus untuk mohon penyembuhan anaknya yang kerasukan setan merupakan contoh yang baik untuk kita renungkan dan tiru. Orang-orang Yunani masa itu kiranya dikenal sebagai orang-orang yang unggul dalam hal otak atau berpikir, sehingga terjebak ke kepercayaan pada apa yang dapat dipikirkan alias difahami oleh pikiran manusia. Hal ini kiranya juga terjadi pada sementara orang masa kini, yang begitu percaya dan mengandalkan diri pada apa yang dapat dipikirkan dan difahami secara manusia serta kurang percaya pada
Penyelenggaraan Ilahi/Tuhan. Dengan kata lain sedikit banyak mereka lebih dikuasai oleh setan daripada Tuhan. Sabda Yesus kepada perempuan dari Yunani "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.", mengajak dan memanggil kita untuk sungguh menghayati iman kita, tidak hanya manis di mulut saja. Iman harus menjadi nyata dalam tindakan atau perilaku. Jika cara hidup dan cara bertindak kita sungguh dijiwai oleh iman kita, maka kita akan mampu mengatasi aneka masalah, tantangan dan hambatan maupun setan yang menguasai dan menjiwai manusia. Kata-kata yang lahir dari orang yang sungguh beriman mampu menyehatkan dan menyembuhkan mereka yang sakit dan kerasukan setan. 
·   "Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya. Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih." (1Raj 11:11-13), demikian sabda Tuhan kepada raja Salomo. Sabda ini kiranya baik untuk direnungkan atau direfleksikan bagi siapapun yang merasa menjadi pemimpin, di tingkat  maupun bidang kehidupan apa pun dan di mana pun. Pemimpin hendaknya “berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan yang telah diperintahkan Tuhan”. Ketika diangkat menjadi pemimpin pada umumnya yang bersangkutan berjanji
untuk melayani yang dipimpin serta mendambakan dapat menjadi teladan atau inspirator yang baik bagi mereka melalui  cara hidup dan cara bertindak yang baik, yang bermoral atau berbudi pekerti luhur. Ia juga berjanji (paling tidak dalam hati) untuk senantiasa setia pada kehendak dan perintah Tuhan serta ketetapan-ketetapanNya. Kehendak Tuhan antara lain menggejala dalam orang-orang yang berkehendak baik, yang memiliki ketulusan hati untuk senantiasa mencari Tuhan. Maka kami berharap para pemimpin dengan rendah hati mendengarkan kehendak-kehendak baik dari yang dipimpin, kemudian mengolah dan menanggapi dalam bentuk pelayanan kepada mereka. Kami percaya jika pemimpin sungguh mendengarkan dengan rendah hati apa yang hidup dan terjadi dalam lingkungan hidup dan karyanya, maka akan terjadilah persaudaraan sejati sehingga tak akan terjadi perpecahan dalam hidup bersama. Salah satu fungsi pemimpin adalah pemersatu: menyatukan semua yang dipimpin dalam derap
langkah pelayanan bersama. 
“Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu!Ingatlah aku, ya TUHAN, demi kemurahan terhadap umat-Mu, perhatikanlah aku, demi keselamatan dari pada-Mu” (Mzm 106:3-4)
Ign 9 Februari 2012

Selasa, 07 Februari 2012

“Apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya” (1Raj 10:1-10; Mrk 7:14-23)

“Apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya”
(1Raj 10:1-10; Mrk 7:14-23)
“Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya." [Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!] Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan,
kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (Mrk 7:14-23), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Yang keluar dari seseorang antara lain: kata-kata melalui mulut, keringat melalui kulit, air seni/ kencing melaui alat kelamin dan tinja melalui dubur. Apa yang keluar tersebut pada umumnya berbau, tidak sedap dan tidak enak. Dari anggota-anggota tubuh di atas juga dapat muncul percabulan atau perzinahan, sedangkan “dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan”. Sabda hari ini mengingatkan kita agar dari hati kita timbul apa yang sebaliknya, yaitu pikiran dan perbuatan baik atau segala tingkah laku yang membuat tubuh, hati, pikiran dan jiwa kita semakin suci, bersih dari aneka macam dosa. Dengan kata lain kita diharapkan senantiasa berpikiran positif terhadap saudara-saudari dan lingkungan kita maupun aneka macam peristiwa yang sedang terjadi, sebagaimana sering muncul dari mulut orang-orang Jawa yang baik
ketika melihat sesuatu peristiwa, misalnya: ada orang jatuh, untung tidak patah kakinya, terlambat datang, untung tetap hadir dst.. Maka dengan ini kami berharap secara khusus kepada rekan-rekan laki-laki: ketika melihat gadis cantik, ayu, berpakaian bagus dst.. hendaknya tidak berpikiran cabul atau zinah, melainkan memuji Allah. Kepada kita semua: hendaknya ketika melihat uang atau barang berharga tertinggal tidak lalu berpikiran jahat untuk memilikinya, melainkan segera mengusahakan siapa pemiliknya serta menyerahkannya.
·   “Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan” (1Raj 10:8-9), demikian pujian ratu Syeba kepada raja Salomo. Apa yang dilakukan oleh ratu Syeba kepada raja Salomo ini kiranya merupakan contoh yang baik untuk kita tiru dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimana pun dan kapan pun. Melihat atau menyaksikan keberhasilan atau kesuksesan orang lain hendaknya langsung memujinya bukan iri hati. Pujian macam itu hendaknya juga senantiasa dilakukan oleh para orangtua kepada anak-anaknya, para guru/pendidik kepada para murid/peserta didiknya, para pemimpin kepada para anggotanya, para atasan kepada para bawahannya dst.. Sikap mental demikian merupakan perwujudan kita dalam berpartisipasi di dalam karya Penciptaan Allah atau Penyelenggaraan Ilahi,
yang bersifat menumbuh-kembangkan alias berbudaya kehidupan bukan berbudaya kematian. Jika kita ragu-ragu untuk memberi pujian kepada orang lain, kiranya juga dapat belajar dari ratu Syeba, yang menguji raja Salomo dengan aneka pertanyaan. Sebaliknya kepada mereka yang merasa sedang diuji hendaknya meneladan raja Salomo yang tidak menyembunyikan sesuatu apapun akan apa yang dilakukan atau dialami alias jujur, terbuka apa adanya dan tak ada sedikitpun yang ditutup-tutupi. Terbuka apa adanya serta tidak ada yang ditutupi sedikitpun bagaikan suami-isteri atau laki-laki dan perempuan yang sedang memadu kasih atau berhubungan seksual sebagai wujud saling mengasihi secara total itulah yang diharapkan dari kita semua, umat beriman atau beragama. Marilah kita saling memuji karena anugerah Tuhan yang telah dicurahkan kepada kita secara melimpah ruah.
“ Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum; Taurat Allahnya ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidak goyah”(Mzm 37:5-6.30-31)
Ign.8 Februari 2012

Minggu, 05 Februari 2012

Warga Krisantus 6 yang berulang tahun pada bulan Februari

Bapak Paul Ponianto  9 Feb
Graciella Situmorang 5 Feb
Daniar Febrianti 28 Feb
Fenny Wijaya  17 Feb
Bapak Bambang Dwiarto 5 Feb
Fidi Prasetyo   20 Feb
Ibu Th.Sudijati  9 Feb
Ibu Merry C  19 Feb
Fiona Ineke 8 Feb
Ibu Sriana(Bu Witono) 8 Feb
Ayu Trisnawati  10 Feb
Bapak Srihardiyanto 3 Feb
Margareta Lie siok Le 27 Feb
  "Selamat Ulang tahun semoga sehat dan sukses selalu" Amin