Kamis, 31 Maret 2011

Renungan Harian 31 Maret 2011

Renungan Harian 31 Maret 2011

Kamis, 31 Maret 2011
Bacaan:
Yer. 7:23-28;
Mzm. 95:1-2,6-7.8-9;
Luk. 11:14-23
Renungan:

Yesus mengusir setan. Reaksi orang sekitar-Nya bermacam-macam. Ada yang kagum, percaya, bersyukur dan memuji Tuhan karena ada suatu hal baik yang terjadi, namun sebaliknya ada pula orang yang tidak suka, muncul kedengkian, melihatnya secara negatif bahkan menuduh untuk menjatuhkan.

Sesungguhnya aneka reaksi yang terjadi ini ditentukan dari sikap hati mereka. Hati yang baik akan memunculkan reaksi yang positif, sedangkan hati yang jahat dan dengki akan muncul reaksi yang negatif.

Dasar perilaku orang ada pada sikap hatinya. Sikap hati dapat dikatakan sebagai cara berpikir seseorang terhadap suatu realita yang dihadapinya. Orang yang memiliki sikap hati buruk dan tertutup akan menutup dirinya pada karya Allah, meskipun ia mengalami suatu peristiwa baik yang menakjubkan. Sedangkan orang yang sikap hatinya baik akan mudah mengagumi, mudah bersyukur, dan hatinya terbuka pada karya Allah.

Sikap hati yang demikian menjadi tanah subur bagi perkembangan Injil Kerajaan Allah. Bagaimana sikap hatiku dalam memandang dan mengalami kehidupan ini? Apakah hatiku dikuasai amarah kedengkian yang membuatku menutup diri dan sulit bersyukur atas pengalaman karya kebaikan Allah?

Selasa, 29 Maret 2011

Renungan Harian 30 Maret 2011

Rabu, 30 Maret 2011

Bacaan:

* Ul. 4:1,5-9;
* Mzm. 147:12-13,15-16,19-20;
* Mat. 5:17-19

Renungan:

Mutiara iman hari ini mengajak kita untuk mencermati seluruh isi Kitab Suci, bahwa Yesus selalu setia dalam memenuhi kehendak Bapa-Nya. Kalau kita membaca segala ramalan, kejadian ataupun perumpamaan dalam Perjanjian Lama, itu semua menunjuk pada Pribadi Yesus Sang

Mesias yang dijanjikan Allah. Semoga hal itu menyadarkan kita untuk selalu berpaling pada Yesus satu-satunya penyelamat yang setia. Kesadaran itu memampukan kita untuk selalu bersatu dan bersama-Nya.

Kita sebagai ranting hendaknya bersatu pada pokok Anggur yang benar, agar iman kita disegarkan, ditumbuhkan dan dikembangkan untuk membuahkan kasihNya. Sebagai pengikut Kristus, kita dibimbing dan dibawa pada Kerajaan-Nya nan abadi. Syaratnya hanya satu, hendaknya kita setia seperti Yesus yang setia pada kehendak Bapa-Nya.

Marilah kita ingat akan apa yang tertulis dalam kitab Ulangan: "Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya."

(Renungan Harian Mutiara Iman 2011, Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta)

Senin, 28 Maret 2011

Selasa, 29 Maret 2011

Selasa, 29 Maret 2011

Bacaan:

* Dan. 3:25,34-43;
* Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9;
* Mat. 18:21-35

Renungan:

Azarya berdoa meminta belaskasih Allah agar tercurah atas umat-Nya. Umat telah jatuh dalam dosa besar, tidak lagi membawa korban persembahan, korban bakaran, korban sembelihan, korban sajian atau ukupan pada Allah. Akibatnya, jumlah mereka kian kecil dan dianggap hina di antara bangsa-bangsa lain. Azarya yakin, jika umat berkiblat kembali pada Allah, Allah akan menerima mereka dan tidak akan mempermalukan mereka.

Sesungguhnya, dalam keadaan apa pun Allah tidak pernah menolak dan mempermalukan kita. Sebaliknya, kita justru sering mempermalukan Allah dengan menganggap sepi kehadiran dan karyaNya. Maka berhentilah mempermalukan Allah. Itulah agenda utama Anda dalam masa prapaskah ini!

(Renungan Harian Mutiara Iman 2011, Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta)

Undangan Pertemuan Prapaskah minggu ke 4

Jakarta , 28 Maret 2011

Yth Bapak/Ibu/sdr/i
Salam Damai Kasih Kristus

Marilah kita bersama-sama memasuki masa Prapaskah ini dengan penuh pengharapan dan syukur ,bersama ini kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i sekalian warga Krisantus 6 untuk datang dalam acara Ibadat Pendalaman Iman Masa Prapaskah III yang diselenggarakan pada :

Hari : Sabtu /2 April 2011
Jam : 19.30 -21.30 W I B
Tempat : Bpk.Ignatius Bambang D Komp.Keuangan blok D/10 (telp :5844506)
Tema : “Komunitas Kristiani Komunitas Yang Berbagi” Lukas 18:18-27
Besar harapan kami untuk bisa meluangkan waktu,berkat Tuhan Yesus senantiasa melimpah kepada kita.

Hormat kami,
Ketua Krisantus 6
ST.Sardjiman

Rabu, 23 Maret 2011

Pengangkatan Dubes Vatikan yang baru untuk Indonesia.

Pengangkatan Dubes Vatikan yang baru untuk Indonesia.

Bapa Suci Paus Benediktus XVI telah menunjuk Nuncio Apostolik (Duta Besar
Tahta Suci) yang baru untuk Indonesia: Yang Mulia Antonio Guido
Filipazzi, Uskup Agung Tituler Sutri. Seturut tradisi, Nuncio Apostolik
bermartabat uskup agung. Nuncio Filipazzi, bersama 4 orang uskup dan
uskup agung lainnya, menerima tahbisannya dari Paus sendiri, 5 Feb 2011
yang lalu.

Selasa, 22 Maret 2011

14 PERHENTIAN JALAN SALIB SESUAI KITAB SUCI

Doa/ibadat Jalan Salib dalam Gereja Katolik kini menjadi bagian tak terpisahkan dari tempat-tempat peziarahan katolik, misalnya Gua Maria atau Gereja. Jarak antar perhentian dalam Jalan Salib dimodifikasi disesuaikan dengan situasi dan kondisi tempat peziarahan. Tetapi yang terpenting dalam melakukan setiap ziarah dan/atau jalan salib adalah kesadaran bahwa hidup kita di dunia inipun adalah sebuah peziarahan, sebuah perjalanan menuju Tuhan, maka Tuhanlah seharusnya yang menjadi tujuan dari setiap kegiatan/karya dalam peziarahan ini, dalam kesadaran itu pula dibangun semangat untuk peduli pada sesama teman sepeziarahan di dunia ini.


14 PERHENTIAN JALAN SALIB UMUMNYA

Sudah dikenal luas saat ini terdapat 14 perhentian Jalan Salib yang menggambarkan proses penyaliban, dimulai dari penjatuhan hukuman mati yang tidak adil oleh Pilatus sampai dengan Yesus dimakamkan. Perhentian-perhentian itu adalah sebagai berikut :
Yesus dihukum mati
Yesus memanggul salib
Yesus jatuh untuk pertama kalinya
Yesus berjumpa dengan ibunya
Yesus ditolong Simon dari Kirene
Wajah Yesus diusap oleh Veronica
Yesus jatuh untuk kedua kalinya
Yesus menghibur wanita-wanita yang menangisinya
Yesus jatuh untuk ketiga kalinya
Pakaian Yesus ditanggalkan
Yesus disalibkan
Yesus mati di salib
Yesus diturunkan dari salib
Yesus dimakamkan



Doa jalan salib secara umum (di luar masa khusus) dapat dibaca dan direnungkan di buku Puji Syukur atau yang online dapat dilihat di http://www.ekaristi.org/stasi/. Akan tetapi pada Masa Prapaskah biasanya renungan untuk tiap peristiwa jalan Salib disesuaikan dengan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) pada tiap Keuskupan. Untuk tahun 2011 ini tema APP di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) adalah: Mari Berbagi, maka permenungan untuk tiap perhentian Jalan Salib juga berorientasi pada tema APP tahun 2011: “Mari Berbagi”. Buku Jalan Salib sesuai tema APP untuk tiap keuskupan dapat diperoleh di paroki setempat.


14 PERHENTIAN JALAN SALIB SESUAI ALKITAB

Sebagai sebuah doa dan permenungan, kisah sengsara, penyaliban dan kematian Yesus dalam jalan salibNya tidak akan habis digali, dan menjadi sumber semangat dab insirasi yang membaharui hidup kita sebagai orang-orang yang percaya pada karya penebusan yang telah dilakukan oleh Yesus. Tetapi memang harus diakui bahwa ada beberapa perhentian dalam Jalan Salib yang tidak dimuat dalam Kitab Suci (Injil), tetapi disusun berdasarkan tradisi Gereja dan pengalaman iman para peziarah di tanah suci. Keberadaan perhentian-perhentian yang tidak dimuat dalam Injil suci sering menjadi “batu sandungan” bagi umat kristen denominasi yang menganggap Jalan Salib adalah doa/ibadat khas Katolik. Padahal seperti saya yakini di atas, Jalan Salib Tuhan Yesus Kristus adalah sebuah perjalanan rohani semua umat yang percaya dan mengikuti Yesus: “
Tentang perhentian-perhentian yang tidak dimuat dalam Kitab Suci dijelaskan dengan sangat baik oleh Fr. Victor Hoagland, CP. Dan dimuat dalam www.indocell.net/yesaya (lihat keterangan di bawah).

Untuk memenuhi kebutuhan ini sebenarnya telah disusun sebuah Jalan Salib baru dengan 14 Perhentian sesuai Kitab Suci. Perhentian-perhentian Jalan Salib kembali ke napak tilas para peziarah tanah suci dan Jalan Salib mula-mula yang ditetapkan oleh para biarawan Fransiskan (lihat Sejarah dan Asal Mula Jalan Salib), yaitu dimulai dari Taman Zaitun, Pengadilan Yesus dan penyangkalan Petrus, sampai Sengsara, Penyaliban, Kematian dan Penguburan Yesus. Semuanya disusun berdasarkan nas yang ada dalam Injil Kanonik. Berikut 14 Perhentian Jalan Salib sesuai Kitab Suci :

Sakrat maut di kebun Zaitun
Pengkhianatan oleh Yudas dan penangkapan Yesus
Kristus dihukum oleh Sanhedrin
Kristus disangkal oleh Petrus
Kristus dihukum mati oleh Pilatus
Kristus didera dan dimakhkotai duri
Kristus dibebani dengan salib
Kristus ditolong oleh Simon dari Kirene
Kristus bertemu dgn waniita Yerusalem yang menangis
Kristus disalibkan
Kristus menjanjikan kerajaan kepada si penjahat baik
Kristus tergantung di salib menyapa ibu-Nya dan murid-Nya
Kristus mati di salib
Kristus diturunkan dari salib dan dikuburkan

Saya yakin Anda dapat menyusun sendiri perikop yang berkaitan dengan peristiwa yang direnungkan dalam setiap perhentian tersebut. Pembacaan perikop/kutipan Kitab Suci dapat dibaca pada waktu perhentian. Sementara renungan untuk tiap perhentian dan/atau doa-doa pribadi/kelompok dapat disusun berdasarkan intensi atau tujuan dari pribadi/kelompok yang melakukan Jalan Salib.


Tentang Perhentian-perhentian yang tidak Disebutkan dalam Injil
(Untuk penjelasan bagian ini dikutip dari: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Victor Hoagland, CP.)

Kisah sengsara Yesus dalam Injil - terutama sekali tulisan St Lukas - menjadi sumber bagi sebagian besar dari keempatbelas perhentian Jalan Salib tradisional. Peristiwa Yesus dijatuhi hukuman mati oleh Pilatus, Yesus memanggul salib-Nya, Simon dari Kirene membantu memanggul salib, perempuan-perempuan yang menangisi-Nya, pakaian Yesus ditanggalkan, Yesus disalibkan, Yesus wafat, Yesus diturunkan dari salib dan dimakamkan, semuanya dicatat dalam Kitab Suci.

Tetapi bagaimana dengan peristiwa-peristiwa yang tidak disebutkan dalam Injil? Misalnya peristiwa Yesus berjumpa dengan Maria, Bunda-Nya; Veronika mengusap wajah Yesus; Yesus jatuh sebanyak tiga kali? Dari manakah kisah-kisah ini berasal? Tampaknya kisah-kisah tersebut berasal dari para peziarah perdana yang mengunjungi Yesusalem.

Yesus berjumpa dengan bunda-Nya, Yesus jatuh tiga kali

Menurut Injil Yohanes, Bunda Maria berdiri dekat Salib Yesus (Yoh 19:25-27). Tidakkah Bunda Maria termasuk dalam rombongan yang mengikuti-Nya dalam perjalanan-Nya ke Kalvari, dan tidak mungkinkah mereka bertemu dalam perjalanan itu? Para peziarah yang napak tilas di sepanjang Via Dolorosa (=Jalan Sengsara) yakin dengan pasti akan hal tersebut.

Yesus tentulah teramat lemah selama sengsara-Nya. Jika tidak demikian, mengapakah Simon dari Kirene dipaksa untuk membantu memanggul salib-Nya? Bukankah penderaan yang dilakukan oleh para prajurit Pilatus demikian dahsyatnya? Para peziarah yang melewati Via Dolorosa dengan pasti menyimpulkan bahwa Yesus jatuh lebih dari satu kali oleh sebab kondisi-Nya yang sedemikian lemah. Sementara para peziarah sendiri menapaki jalan Yerusalem yang sulit serta berliku-liku, mereka yakin bahwa pastilah Ia jatuh berulang kali.

Kisah Veronika

Kisah Veronika tidak diceriterakan dalam Injil mana pun, tetapi dicatat dalam tulisan-tulisan apokrip. Kisah Pilatus dari abad kedua mencatat bahwa seorang perempuan bernama Veronika (Bernice, dalam bahasa Yunani) adalah perempuan yang sama dengan yang telah disembuhkan Yesus dari sakit pendarahan (Mat 9:20:22). Perempuan itu datang pada saat Yesus diadili di hadapan Pilatus untuk menyatakan bahwa Ia tidak bersalah.

Versi sesudahnya tentang kisah tersebut yang berasal dari abad keempat atau kelima mencatat bahwa Veronika memiliki sepotong kain dengan gambar Wajah Yesus. Para peziarah Barat kembali ke Eropa dan menceritakan kisah tentang Veronika. Oleh karena devosi Jalan Salib berkembang pada akhir abad pertengahan, kisah Veronika dikenangkan dalam perhentian keenam: Veronika mengusap Wajah Yesus dalam perjalanan-Nya ke Kalvari dan Yesus meninggalkan gambar wajah-Nya di kerudung Veronika. Reliqui dengan gambar Wajah Yesus, yang dikenal sebagai “Kerudung Veronika”, dihormati di Gereja St. Petrus di Roma sejak abad kedelapan.

Veronika dan perempuan-perempuan lain yang melayani Yesus

Para perempuan memainkan peranan penting dalam Jalan Salib. Sesungguhnya, Injil memberikan kesan yang baik tentang mereka sepanjang kisah sengsara. Dua Injil mengawali kisah sengsara dengan ceritera tentang seorang perepmpuan tak dikenal yang meminyaki kepala Yesus dengan minyak wangi yang mahal harganya di rumah Simon si kusta, pada saat yang sama Yudas dan imam-imam kepala bersekongkol untuk membunuh Dia (Mat 26:6-13; Mark 14:3-9).

Dalam perjalanan-Nya ke Kalvari, “Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.” (Luk 23:27). Sementara di Kalvari, “Ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh” (Mat 27:55). Para perempuan menghadiri pemakaman-Nya: mereka “ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (Luk 23: 55-56). Pada pagi Paskah, mereka datang untuk meminyaki Tubuh-Nya, tetapi mendapati bahwa makam telah kosong (Mat 28:1-10; Yoh 20:1-10).

Pada zaman Yesus, para perempuanlah yang biasa menghibur mereka yang menjelang ajal serta menguburkan mereka yang meninggal. Kisah sengsara dalam Injil menunjukkan bagaimana para perempuan menunaikan tugas-tugas mereka. Sungguh, Veronika memenuhi gambaran Injil secara mengagumkan - seorang perempuan yang mengulurkan tangannya kepada mereka yang menderita serta menemukan wajah Tuhan yang tersembunyi di sana

Senin, 14 Maret 2011

UNDANGAN Pendalaman Iman Minggu III

Yth Bapak/Ibu/sdr/i Warga Krisantus VI


Salam Damai Kasih Kristus

Marilah kita bersama-sama memasuki masa Prapaskah ini dengan penuh pengharapan dan syukur ,bersama ini kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i sekalian warga Krisantus VI untuk datang dalam acara Ibadat Pendalaman Iman Masa Prapaskah III yang diselenggarakan pada :

Hari : Minggu /27 Maret 2011

Jam : 19.30 -21.30 W I B

Tempat : Bpk.Witono Komplek Walikota Blok B 26/7

Tema : “EKARISTI SUMBER BERBAGI” kitab 1 Korintus 11:17-34

Besar harapan kami untuk bisa meluangkan waktu dan berbagi sharing dan pengalaman,berkat Tuhan Yesus senantiasa melimpah kepada kita.


Hormat kami,





Ketua Krisantus VI
ST.Sardjiman

Undangan Ibadat APP ke 2

Kembali kami mengundang Bapak/Ibi/Sdr/i Sekalian warga Krisnam untuk datang dalam APP ke 2 yang akan diselenggarakan pada:

Tanggal :19 Maret 2011/Sabtu

Tempat :Rumah Bapak Antonius Adi Yuniwiarso

Tema :"BERBAGI DALAM KEKURANGAN” kitab 1 Raja-Raja 17:7-16

Besar harapan kami untuk bisa meluangkan waktu dan berbagi sharing dan pengalaman,berkat Tuhan Yesus senantiasa melimpah kepada kita.


Ketua Lingkunga Krisantus VI


St.Sardjiman

Selasa, 08 Maret 2011

UNDANGAN Pendalaman Iman

Marilah kita bersama-sama memasuki masa Prapaskah ini dengan penuh pengharapan dan syukur ,bersama ini kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i sekalian warga Krisantus VI untuk datang dalam acara Ibadat Pendalaman Iman Masa Prapaskah I yang diselenggarakan pada :

Hari : Sabtu / 12 Maret 2011
Jam : 19.30-21.30 Wib
Tempat : Bapak St.Sardjiman

Acara ini akan di pimpin oleh Bpk.Agustinus S dengan Tema "AKU DIBERI MAKA AKU MEMBERI " Ulangan: 26 :1-15

Besar harapan kami untuk bisa meluangkan waktu dan berbagi sharing dan pengalaman,berkat Tuhan Yesus senantiasa melimpah kepada kita.

Salam Damai



St.Sardjiman
Ket.Lingkungan Krisantus VI

Pengumuman ini mohon diterima sebagai UNDANGAN

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2011

“MARI BERBAGI – MENUJU PERWUJUDAN DIRI SEJATI”

Saudara-saudari Umat katolik Keuskupan Agung Jakarta yang terkasih,

1. Bersama-sama dengan seluruh Gereja, pada hari Rabu yang akan datang kita memasuki masa Prapaskah. Secara khusus, selama masa Prapaskah kita diajak untuk menyiapkan diri agar pada hari Paskah, kita dapat mengalami secara baru, rahmat keselamatan yang dianugerahkan oleh Allah pada waktu kita dibaptis. Peziarahan rohani ini akan menjadi semakin bermakna kalau ditandai dengan doa yang tekun dan karya-karya kasih yang tulus. Dengan demikian kita dapat memetik buah-buah penebusan yang menjadi nyata dalam hidup baru yang dianugerahkan oleh Allah kepada kita. Dengan menerima hidup baru itu, kita semakin mempunyai “pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Flp 2:5), semakin mencapai “kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (Ef 4:13). Dengan demikian, Prapaskah adalah masa penuh rahmat ketika kita bersama-sama dengan seluruh Gereja, mengayunkan langkah-langkah kita semakin mantap dalam mengikuti Yesus Kristus. Untuk kepentingan ini, sudah disediakan sarana-sarana pembantu antara lain berupa buku yang berjudul “Retret Agung Umat – Mari Berbagi. Perjalanan Rohani Menanti Kebangkitan”

2. Masa Prapaskah tahun ini kita jalani ketika Gereja Katolik Indonesia mensyukuri Ulang Tahun ke-50 terbentuknya Hirarki, tepatnya pada tanggal 3 Januari yang lalu. Limapuluh tahun yang lalu, Pimpinan Gereja Katolik memutuskan untuk mendirikan Hirarki Gereja Katolik Indonesia karena yakin bahwa Gereja Katolik Indonesia memiliki kemampuan berkembang menjadi gereja yang dewasa, dengan berbagai kekayaan artinya. Salah satunya adalah kemampuan untuk berkembang menjadi Gereja yang merupakan bagian tak pisahkan dari masyarakat dan bangsa Indonesia dengan segala kegembiraan dan harapan serta keprihatinan dan kecemasannya. Sementara itu Keuskupan Agung Jakarta, keuskupan kita, sedang menegaskan kembali cita-cita yang dirumuskan dalam Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta, yaitu untuk terus berusaha meneguhkan iman kepada Yesus Kristus, membangun persaudaraan sejati dan terlibat dalam pelayanan kasih. Sejalan dengan cita-cita, dan mempertimbangkan kenyataan hidup di negara kita pada umumnya dan wilayah Keuskupan Agung Jakarta pada khususnya, ditetapkanlah tema Aksi Puasa Pembangunan “Mari Berbagi”. Yang menjadi pertanyaan sekaligus bahan perenungan ialah, bagaimana gagasan-gagasan itu, dalam terang Sabda Tuhan yang kita dengarkan pada hari ini, bisa menjadi bekal bagi kita untuk menjadikan masa Prapaskah ini penuh dengan berkat.

Saudari-saudaraku yang terkasih,

3. Sabda Tuhan yang kita dengarkan pada hari ini dapat meneguhkan pokok-pokok perenungan kita itu. Pimpinan Gereja Katolik mendirikan Hirarki Gereja Katolik di Indonesia karena yakin bahwa Gereja Indonesia mampu berkembang menjadi Gereja yang dewasa. Seperti apakah Gereja yang dewasa itu? Menurut kata-kata Injil hari ini, Gereja yang dewasa ialah Gereja yang mendengarkan perkataan Yesus dan melakukan-Nya. Dengan demikian Gereja meletakkan hidupnya pada dasar yang kokoh, seperti orang yang mendirikan rumah di atas batu. Pertanyaan berikutnya muncul : apakah artinya meletakkan hidup pada dasar yang kokoh itu? Jawabannya bermacam-macam. Salah satu jawabannya dapat kita ambil dari Kitab Ulangan yang tadi kita dengarkan : kemampuan untuk memilih berkat, bukan kutuk, kemampuan untuk memilih yang baik dan benar, bukan sekedar yang gampang dan enak. Dengan kata lain, Gereja yang dewasa adalah Gereja – artinya kita semua – yang rajin dan tekun mendengarkan Sabda (bukan sekedar mendengar) untuk mencari dan menemukan kehendak Allah di dalamnya. Dengan demikian hati dan budi kita dicerahkan. Sesudah hati dan budi kita dicerahkan, kita membuat ketetapan hati. Ketetapan hati kita bersama inilah yang dirumuskan dalam Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta. Ketetapan hati kita adalah memilih berkat. Berkat itulah yang ingin kita wujudkan bersama dengan semboyan “Mari Berbagi” yang akan kita jalankan bersama khususnya selama masa Prapaskah ini.

4. Salah satu bahan pendukung untuk memperkaya masa Prapaskah ini adalah satu buku yang merupakan kumpulan tulisan yang diberi judul “Mari Berbagi – Menuju Perwujudkan Diri Sejati”. Judul buku ini dan tulisan-tulisan yang ada di dalamnya mengajak kita bertanya, seperti apakah jati diri kita sebagai murid- murid Yesus? Mengenai jati diri manusia, ada juga berbagai macam pendapat. Ada yang mengatakan “Saya berpikir maka saya ada”.

Bagi yang mengikuti aliran ini, jati diri manusia, hakekat kemanusiaan atau kemuliaan manusia terletak pada kemampuannya berpikir. Ada pula yang mengatakan, “Saya membeli, maka saya ada” atau “Saya berkuasa, maka saya ada”. Judul buku yang saya sebut di atas mengajak kita semua untuk menemukan jati diri atau kemuliaan kita sebagai murid-murid Kristus di tempat yang lain. Kita diajak untuk sampai kepada keyakinan “Saya bukanlah kekuasaan yang dapat saya peroleh, atau milik yang dapat saya kumpulkan. Saya adalah berkat yang dapat saya bagikan dalam belarasa”.

Saudari-saudaraku yang terkasih,

5. Bahwa jati diri manusia dan kemuliaannya terletak dalam kerelaan untuk berbagi, terungkap dalam begitu banyak kisah-kisah kuno. Kisah-kisah seperti itu mengungkapkan kerinduan hati manusia yang terdalam. Salah satunya adalah kisah tentang seorang calon murid yang ingin berguru pada seorang guru bijaksana untuk menjadi manusia mulia. Untuk itu ia pergi kepada seorang guru yang dikenal amat bijaksana. Ia bertanya, “Guru, apa yang harus saya tempuh agar saya menjadi manusia mulia”. Guru itu menjawab dengan membisikkan suatu mantra, sambil berpesan agar tidak memberitahukan mantra itu kepada siapa pun juga. Calon murid itu bertanya lagi kepada sang guru, “Apa yang akan terjadi kalau saya memberitahukan mantra ini kepada orang lain”. Sang guru menjawab, “Orang yang mendengar mantra ini, hati dan budinya akan tercerahkan. Tetapi engkau sendiri akan diusir dari perguruan ini dan menderita”. Sesudah mendengar jawaban sang guru, calon murid itu pergi ke tempat-tempat yang ramai dan memberitahukan mantra itu kepada semua orang yang ia jumpai. Benar, hati dan budi orang-orang yang mendengar mantra itu tercerahkan, wajah mereka menjadi bersinar memancarkan kebahagiaan. Murid- murid yang lain protes dan menuntut agar sang guru mengusir calon murid ini. Kepada mereka sang guru menjawab, “Dia tidak perlu lagi menjadi murid, dia sudah bisa menjadi guru”. Pesan dongeng ini jelas : jalan menuju kesempurnaan dan kemuliaan sebagai manusia ialah berbagi kehidupan, kalau perlu dengan berani menanggung risiko. Kita mempunyai yang bukan dongeng, yaitu Yesus Kristus yang telah membagikan hidup-Nya bagi damai sejahtera kita. Berarti, dalam diri Yesus-lah kerinduan hati kita yang terdalam terpenuhi. Membangun hidup sehati dan seperasaan dengan Yesus inilah yang kita pupuk secara khusus dalam masa Prapaskah dengan doa yang tekun dan karya-karya kasih.

Marilah kita bersama-sama memasuki masa Prapaskah ini dengan penuh pengharapan dan syukur. Marilah kita gunakan kesempatan pertemuan dan bahan-bahan yang sudah disediakan dengan sebaik-baiknya. Semoga masa Prapaskah ini menjadi masa yang penuh rahmat bagi kita masing-masing, bagi keluarga dan komunitas kita. Tuhan memberkati.

Jakarta, Maret 2011

+ I. Suharyo

Uskup Keuskupan Agung Jakarta